PEMODELAN SONAR PENCARI RANJAU DENGAN METODE RAY TRACING DI LAUT JAWA
Kurnia Ramadhan 1 dan Irsan Soemantri Brodjonegoro, Ph.D 2
Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB
email: kurnia.rama20@gmail.com dan irsanb@ocean.itb.ac.id
ABSTRAK
Teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai benda yang ada di laut selama energi yang dipancarkan cukup besar sehingga dapat mencapai lokasi yang diinginkan. Salah satu benda yang dijadikan objek deteksi adalah ranjau bawah laut. Untuk mendeteksi lokasi ranjau bawah laut dibutuhkan suatu pemodelan pola rambat gelombang suara dengan adanya kehilangan energi pancaran selama perambatannya.Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan pemodelan sonar pencari ranjau dengan metode ray tracing dengan bantuan MATLABR2009 untuk pengolahan data dan penampilan hasil pemodelan. Lokasi tinjau yang diambil adalah Laut Jawa. Data-data yang diperlukan diantaranya adalah data temperatur, salinitas, cepat rambat suara yang diperoleh dari World Ocean Atlas Database, serta data kedalaman yang didapatkan dari ETOPO1. Ada beberapa asumsi yang digunakan dalam pemodelan, yaitu: terjadi kehilangan energi sepanjang perambatan gelombang, terjadi pemantulan sempurna ketika gelombang mencapai dasar atau permukaan perairan, dan pemodelan hanya dilakukan secara 2 dimensi yaitu terhadap kedalaman dan jarak horizontal perairan. Berdasarkan hasil pemodelan dapat disimpulkan bahwa kekuatan sonar minimal yang dibutuhkan untuk dapat mendeteksi ranjau pada jarak 150 m sebesar 50 dB.
Kata kunci: transmission loss, ranjau, sonar
